Instrumen

Instrumen Evaluasi KOSP Kurikulum Merdeka

meqaplus.com. Pendampingan, Evaluasi dan Pengembangan Profesional merupakan komponen tambahan dari kurikulum operasional satuan pendidikan. Bagi madrasah atau satuan pendidikan dapat memasukkan komponen tersebut di dokumen KOSP. Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan memberikan contoh Alat instrumen Evaluasi KOSP Kurikulum Merdeka. Contoh ini bisa menjadi inspirasi dan dikembangkan berdasarkan Kesiapan dan kebutuhan satuan pendidikan.

Contoh Alat Evaluasi I

Area yang DievaluasiCatatan dan Tindak Lanjut
Pembelajaran

□ Semua/sebagian besar pendidik memberikan kesempatan kolaborasi, memberikan pertanyaan pemantik dan mengajarkan pemahaman bermakna.

□ Semua/sebagian besar pendidik menggunakan berbagai metode pembelajaran untuk mendukung terjadinya perkembangan kompetensi peserta didik.

□ Semua/sebagian besar pendidik melihat profil Pancasila sebagai target tercermin pada peserta didik.

□ Semua/sebagian besar pendidik memberikan pembelajaran yang berhubungan dengan konteks dunia nyata dan menjadi daya tarik dan peserta didik untuk belajar.
Asesmen Pembelajaran

□ Semua/sebagian besar pendidik menggunakan asesmen merujuk pada kompetensi yang di dalamnya tercakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

□ Semua/sebagian besar pendidik menggunakan asesmen yang dilakukan terpadu dengan Pembelajaran.

□ Semua/sebagian besar pendidik menggunakan beragam jenis, teknik dan instrumen penilaian formatif dan sumatif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

□ Projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan sesuai dengan jumlah tema dan alokasi waktu yang ditentukan.

□ Projek penguatan profil pelajar Pancasila berhasil mengembangkan dimensi, elemen, dan sub-elemen peserta didik sesuai fase perkembangannya.

Area evaluasi dapat dikembangkan lebih lanjut oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada komponen evaluasi yang relevan dan sesuai dengan tahapan pembelajaran dari hal 91-94.

Contoh Alat Instrumen Evaluasi KOSP II

Area yang DievaluasiPelaksanaan dan TantanganTindak Lanjut
Pembelajaran

□ Semua/ sebagian besar pendidik memberikan kesempatan kolaborasi, memberikan pertanyaan pemantik dan mengajarkan pemahaman bermakna.

□ Semua/ sebagian besar pendidik menggunakan
berbagai metode pembelajaran untuk mendukung terjadinya perkembangan kompetensi peserta didik.

□ Semua/ sebagian besar pendidik melihat profil
Pancasila sebagai target tercermin pada peserta didik.

□ Semua/ sebagian besar pendidik memberikan
pembelajaran yang berhubungan dengan konteks dunia nyata dan menjadi daya tarik dan peserta didik untuk belajar.
Contoh:
Peserta didik terlihat lebih aktif bertanya dan menikmati pembelajaran.
Akan tetapi, gaya belajar seperti ini masih belum membudaya dan sebagian besar didorong oleh pendidik dengan cara memberikan penghargaan bagi peserta didik aktif berupa nilai tambahan.

Pendidik sudah mulai beralih peran menjadi fasilitator pembelajaran yang lebih kontekstual dan mendorong komunikasi dua arah.
Akan tetapi, pendidik masih menggunakan metode pembelajaran yang serupa yakni tanya jawab dan diskusi kelompok dan belum semua pendidik mampu menghubungkan pembelajaran dengan konteks dunia nyata.

Beberapa guru sudah mulai mengarah menjadikan profil pelajar Pancasila sebagai tujuan pembelajaran, tetapi belum terintegrasi dengan optimal.
Contoh:
Memberikan pendampingan dan pengembangan kapasitas pendidik dalam memberikan pembelajaran
yang lebih aktif dan dialogikal (bersifat dua arah).

Memperkuat pemahaman pendidik mengenai profil pelajar Pancasila dan cara mengembangkan kompetensi yang diharapkan melalui pembelajaran bermakna di setiap mata pelajaran.
Asesmen Pembelajaran
□ Asesmen merujuk pada kompetensi yang di
dalamnya tercakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

□ Asesmen dilakukan terpadu dengan pembelajaran.

□ Menggunakan beragam jenis, teknik dan instrumen
penilaian formatif dan sumatif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.
Contoh:
Sebagian besar pendidik sudah mulai terbiasa melakukan asesmen yang terpadu dengan pembelajaran.

Asesmen yang dilakukan juga sudah mencakup kompetensi yang lebih menyeluruh dan mencakup ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Namun demikian, masih banyak pendidik yang belum melakukan asesmen formatif di awal pembelajaran secara optimal dan masih fokus kepada asesmen sumatif.
Contoh:
Memberikan pendampingan dan pengembangan kapasitas pendidik dalam memberikan asesmen formatif yang berkesinambungan dan bermakna bagi perkembangan belajar peserta didik.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
□ Projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan sesuai dengan jumlah tema dan alokasi waktu yang ditentukan.

□ Projek penguatan profil pelajar Pancasila berhasil mengembangkan dimensi, elemen, dan sub-elemen peserta didik sesuai fase perkembangannya.
Contoh:
Pendidik yang terlibat dalam tim fasilitator projek penguatan profil pelajar Pancasila mulai terbiasa dengan pembelajaran berbasis projek.

Di satuan pendidikan kami memilih dua tema untuk tahun ini, yakni Bhinneka Tunggal Ika dan Gaya Hidup Berkelanjutan dengan fokus pengembangan dimensi profil pelajar Pancasila pada dimensi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, bergotong royong, dan bernalar kritis.

Dari hasil evaluasi dini ditemukan bahwa di semester pertama, projek masih mengacu kepada capaian pembelajaran dan bukan kepada dimensi, elemen, dan sub-elemen profil Pelajar Pancasila dan para pendidik mengintegrasikan kegiatan projek ke dalam mata pelajaran.
Contoh:
Memberikan pendampingan dan pengembangan kapasitas pendidik dalam menjalankan projek penguatan profil pelajar Pancasila, terutama dalam memodifikasi modul projek yang telah disediakan sehingga lebih relevan dengan konteks dan karakteristik satuan pendidikan.

Pendampingan juga akan diberikan untuk mengembangkan kemampuan pendidik dalam memfasilitasi projek yang lebih eksploratif dan bermakna bagi peserta didik.

Area evaluasi dapat dikembangkan lebih lanjut oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada komponen evaluasi yang relevan dan sesuai dengan tahapan pembelajaran di materi Evaluasi KOSP.

Artinya Contoh alat atau instrumen evaluasi KOSP dapat dikembangkan oleh satuan pendidikan.



Sumber: Materi Pelatihan Penyusunan Kurikulum Operasional KOSP, 2022